Skip to main content
macam macam penyakit pada kambing

Macam Macam Penyakit Kambing dan Cara Pengobatannya

Macam Macam Penyakit Pada Kambing – Sebelum memulai ternak kambing dan domba ada baiknya jika kita mengetahui penyakit dan cara menanggulanginya terlebih dahulu, langsung saja berikut penyakit umum yang sering menyerang ternak kambing dan domba.

1.Stress

Meningkatkan stamina, daya tahan tubuh dan menghindari stress pada kambing sangat penting untuk dilakukan. Ternak kambing yang habis menempuh perjalanan jauh, perubahan musim dan dalam proses penyesuaian lingkungan baru akan mengakibatkan kambing mengalami penurunan stamina, daya tahan tubuh dan stress yang tinggi, yang bisa menyebabkan ternak kambing mudah terserang penyakit bahkan berdampak pada kematian.

Tanda kambing yang stress:

Kambing menjadi lesu dan tak bergairah. Nafsu makan berkurang atau hilang. Kambing terlihat lebih banyak diam.

Pencegahan:

Tempatkan kambing pada kandang/lokasi yang teduh. Hindari keramaian atau aktifitas kegiatan yang membuat ternak kaget. Memberikan pakan sesuai daerah asal (ramban yang telah layu ± 3 jam).

Obat herbal yang bisa diberikan pada kambing yang stress:

  1. Larutkan gula merah ¼ kg dicampur asam jawa secukupnya. Jamu ini diberikan setelah kambing sampai di kandang atau dari perjalanan jauh (pra droping), pada saat cuaca disekitar kandang kurang baik (terik panas/hujan) dan pada saat satu bulan pertama droping/adaptasi. Jamu ini diberikan 1 kali dalam satu minggu untuk perubahan cuaca dan dua hari berturut-turut sesaat setelah droping.
  2. Madu ¼ gelas dicampur dengan kuning telur itik 1 butir. Berikan jamu ini dengan cara diminumkan.
  3. Bisa juga Kambing di suntikkan neurobion / vit B komplek yg di jual di Apotek

 2. Hilang nafsu makan

Dengan meningkatnya nafsu makan kambing maka produktifitasnya akan meningkat pula, stamina dan daya tahan tubuh bisa terjaga serta terhindar sari stress dan penyakit. Untuk itu, upaya menambah nafsu makan harus selalu kita berikan. Adapun obat herbal/jamu yang bisa diberikan untuk menambah nafsu makan antar lain:

  1. Daun talas 3 lembar dan garam dapur 3 sendok makan direbus selama 15 menit. Daun yang telah matang diberikan untuk setiap satu ekor kambing.
  2. Kencur satu gelas dengan takaran 1 ons, diparut dan dicampur kuning telur ayam 1 butir, Jamu ini diberikan setiap 3 hari sekali hingga kondisi makan kambing normal kembali.
  3. Daun buni, umbi lempuyang gajah dan terasi secukupnya ditumbuk hingga halus, lalu ditambah sedikit air matang. Ramuan ini diperas dan diambil sarinya dan airnya diberikan pada kambing.
  4. Mentimun 2 buah diparut, lalu dicampur garam dapur, asam jawa, terasi dan air secukupnya. Ramuan ini siap diberikan pada kambing untuk satu kali pemberian.
  5. Daun buni 5 lembar, lengkuas sebesar ibu jari, terasi dan garam dapur secukupnya ditumbuk hingga halus lalu ditambahkan air secukupnya. Ramuan ini diperas dan airnya disaring dan diberikan pada 2 ekor kambing.
  6. Pucuk daun durian 5 lembar, daun buni 5 lembar, daun dadap serep 5 lembar, terasi dan garam dapur secukupnya kemudian bahan ini dihaluskan. Tambahkan sedikit air dan airnya diperas. Air perasan ini diberikan pada 2 ekor kambing.

3. Perut kembung atau bloat

Kembung (bloat) dikarenakan oleh penimbunan gas dalam perut dampak dari proses fermentasi yang berlangsung cepat. Tingginya akumulasi gas menekan organ dalan tubuh sehingga mengakibatkan kesakitan, pernapasan dengan mulut terbuka atau frekuensi pernapasan tinggi, dan frekuensi buang air besar dan kencing meningkat. Agar hewan ternak kambing anda tidak mengalami perut kembung, hindari pemberian pakan kambing sebagai berikut:

  1. Pakan hijauan yang masih terlalu muda, banyak mengandung air atau terlalu basah, baik terkena air hujan atau embun. Maka sebaiknya kambing diberi pakan hijauan yang telah kering dari embun pagi.
  2. Pakan dari bahan pakan yang mudah dan cepat mengalami pembusukan seperti kol, lobak dan wortel secara berlebihan.
  3. Pakan biji-bijian yang tergiling halus terlalu banyak, tetapi kuarang mendapat hijauan berserat.
  4. Pakan leguminosa (daun kacang-kacangan) terlalu berlebihan. Bila kondisi memaksa, hijauan sebaiknya diberi percikan minyak kelapa.

Tanda-tanda kambing mengalami perut kembung antara lain:

  1. Kambing merasa gelisah, sakit, dan susah bernapas. Perut sebelah kiri mengalami pembesaran yang bila ditepuk akan berbunyi seperti bedug/gendang.
  2. Punggung membungkuk, denyut jantung melemah, selaput lendir mulut kebiruan.
  3. Kambing jatuh dan susah bangun lagi, bila dibiarkan ternak bisa mati mendadak.

Pengobatan herbal yang bisa diberikan untuk kambing perut kembung antara lain:

  1. Minyak nabati (minyak kelapa, minyak kedelai, atau minyak sawit) kurang lebih 100-200 ml (kurang lebih ½ – 1 gelas) dengan cara dicekok.
  2. Kambing dicekok 200 cc “Sprite/soda”, lalu perut yang kembung sebelah kiri dibalur dengan bawang merah halus yang telah dicampur dengan minyak angin. Bila angin telah keluar melewati anus, kedua kaki depan diangkat ke atas sambil sisi perut dijepit dengan kaki kita. Mulut kambing harus dalam kondisi terbuka, dengan cara mulut kambing disumbat dengan kayu/paralon dengan cara melintang dan usahakan kambing tetap berdiri. Dengan cara tersebut semua timbunan gas dalam perut akan
  3. Bagian anus kambing ditusuk dengan tangkai daun papaya yang ujungnya telah diolesi minyak goreng supaya tak melukai dinding anus. Setelah itu kedua sisi perut kambing dijepit jadi gas akan keluar melewati tangkai daun papaya.
  4. Berikan Mylanta cair dengan dosisi 1 ml / 1 kg bb, apabila parah dosis bisa di tingkatkan 2 kali lipat. mylanta di campur dengan air matang 1:10

4. Scabies (kudis)

Kudis atau kurap pada kambing disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabei, Psoroptes communis var ovis dan Chorioptes ovis. Tungau ini mudah menular ke ternak lain. Lakukan penyemprotan pada kandang yang tercemar dengan menggunakan desinfektan. Untuk pengobatannya berikan obat anti parasit seperti Ivomec. Tapi yang terlebih dulu mencuci bagian yang sakit dengan disikat menggunakan sabun antiseptik atau deterjen.

Tanda kambing yang terkena Scabies (Kudis) antara lain:

Kulit tampak bercak-bercak merah yang membentuk bisul sehingga kulit akan mengalami kekakuan, penebalan dan bersisik. Kambing yang terkena Scabies atau Kudis akan menggosok-gosokkan bulunya ke dinding kandang sebab gatal dan akan mengakibatkan bulu kambing akan rontok. Kambing yang terkena Scabies lambat laun akan kurus, nafsu makan berkurang dan anemia/kekurangan darah dampaknya produksi daging atau susu akan menurun.

Pencegahan:

  1. Sanitasi kandang dan penyemprotan pada kandang yang tercemar penyakit kudisan sebelum di isi dengan ternak baru.
  2. Hewan yang sakit dipisahkan dari hewan yang sehat dan hindari kontak langsung dengan ternak yang sehat.

Penyebab kambing terkena scabies atau kudis (kurap):

  • Parasit yang ada pada kotoran, hal itu terjadi karena kandang kambing kotor dan kambing tersebut tidak sempat dimandikan.

Tanda- tanda kambing yang terkena scabies atau kurap (kudis):

  • Kerak – kerak pada permukaan kulit, Kambing rutin menggesekan bagian kulit yang terserang kudis, bulu terlihat rotol, kulit menjadi tebal dan kaku

Obat herbal untuk pengobatan kambing yang terkena scabies (kudis atau kurap):

  1. Cukur bulu kambing di daerah terkena scabies, mandikan kambing dan disikat serta diberikan sabun antiseptic/deterjen hingga bersih, kemudian jemur atau tempatkan kambing di area panas hingga bulu kambing kering. Setelah bulu kering bisa langsung diobati
  2. Permukaan kulit yang sakit digosogkan campuran serbuk belerang, kunyit dan minyak kelapa yang dipanaskan setiap 2 hari sekali, digosokkan pada kulit yang sakit.
  3. Kulit yang sakit diolesi dengan oli bekas secara teratur seminggu sekali. Pengobatan dengan oli bekas dari kendaraan yang sudah menempuh jarak 1.000 km paling manjur sebab pertumbuhan bulu dan pembetulan kulit nantinya akan lebih baik bila dibandingkan dengan memakai belerang (Balai Penelitian Veteriner/Balitvet).
  4. Jeruk purut digiling halus, ditambahkan garam dapur dan minyak kelapa. Gosokkan pada kulit yang terserang kudis.
  5. Lengkuas, daun ketepeng kerbau dan garam dapur dihaluskan dan dioleskan dibagian kulit yang terserang kudis.
  6. Kamper / kapur barus digerus, dicampur minyak kelapa dan dioleskan dibagian kulit yang sakit.
  7. Gerusan Kapur barus di campur gerusan belerang di campur minyak goreng bekas, kemudian di oleskan ke bagian yang terkena.

Pencegahan:

  1. Kambing yang terkena penyakit kudis tak boleh bercampur dengan ternak yang sehat.
  2. Kambing yang baru dibeli harus bebas dari penyakit kudis
  3. Mandikan ternak dua minggu sekali.
  4. Bersihkan kandang seminggu sekali.

5. Myasis

Myasis adalah sejenis Korengan atau Belatungan, orang sering mengenalnya juga dengan sebutan Seten. Penyakit ini sering menyerang pada bagian paha kambing betina yang setelah melahirkan sisa darahnya tidak dibersihkan. Bisa juga terjadi pada anak kambing yang baru lahir karena tidak diberikan antiseptik atau anti lalat pada pusarnya.

Penyebab kambing terkena penyakit myasis antara lain:

Luka di bagian yang berdarah terinfeksi oleh lalat sehingga lalat berkembangbiak (bertelur) dan menghasilkan larva belatung.

Tanda-tanda kambing yang terkena penyakit myasis:

  1. Adanya belatung yang bergerak-gerak dibagian yang luka
  2. Bila belatungan pada kaki/teracak maka kambing akan terlihat pincang.

Obat herbal untuk mengobati penyakit myasis pada kambing:

  1. Bersihkan luka dari belatung, kemudian obati dengan gerusan kapur barus atau tembakau.
  2. Luka dibungkus dengan kain/perban untuk melindungi dari terjadinya luka baru atau kotoran.
  3. Pada hari berikutnya luka dibersihkan, pengobatan diulang dan dibungkus kembali. Biasanya dua atau tiga kali pengobatan kambing akan sembuh.
  4. Bila belatung telah terbasmi, pemberian yodium tinctur bisa digunakan untuk mempercepat pertumbuhan.

6. Cacingan

Penyebab kambing terkena penyakit cacingan:

Cacing tubuh karena kondisi kandang yang kotor atau padang pengembalaan yang kotor. Cacing yang banyak ditemukan pada kambing yang terkena penyakit cacingan adalah cacing Haemonchus contortusi. Cacing ini hidup sebagai parasit di daerah pencernaan kambing dan menghisap sari makanan, cairan tubuh dan darah serta mengeluarkan racun yang berdampak pada kambing menjadi lemah dan lesu. Obat cacing yang biasa digunakan antara lain cetarin concurat, pheno plus dan wormex powder.

Tanda-tanda kambing yang terkena cacingan:

  1. Kambing akan terlihat kurus, lemah, pucat, bulu berdiri dan kusam.
  2. Kambing mengalami diare, nafsu makan sangat berkurang, perut membesar dan produksi susu menurun.
  3. Daerah rahang terkesan membengkak
  4. Mati mendadak

Obat herbal untuk kambing yang terkena penyakit cacingan:

  1. Buah pinang/jambe 2 buah yang telah dijemur hingga kering dan ditumbuk halus lalu diaduk dengan gula jawa dan dibentuk pellet/butiran. Pemberian ini diberikan dengan cara dicekokkan.
  2. Daun tembakau 5 lembar dilumatkan, lalu dicampur air secukupnya dan disaring. Air saringannya diminumkan pada kambing yang sakit
  3. Serbuk getah papaya muda dicampur air dengan perbandingan 1 : 5 hingga terbentuk suspensi. Suspensi getah papaya ini diminumkan atau dicekokkan dengan memakai selang supaya langsung masuk ke dalam perut. Pemberian kurang lebih1,2 gr/Kg berat badan.
  4. Tepung buah pinang dicampur dengan nasi hangat dikepal-kepal kemudian dipaksakan untuk dimakan kambing. Sebaiknya kambing dianjurkan untuk dipuasakan terlebih dahulu.
  5. Daun kelor yang tua dibakar, kemudian debunya dicampur air dan diminumkan. Pengobatan diulangi satu minggu kemudian.

Pencegahan:

  1. Kandang dibuat panggung dan bersih
  2. Pengaritan rumput setelah kondisi panas yaitu pada jam 12.00-15.00 atau pengembalaan kambing pada siang hari jam 10.00-15.00.
  3. Jangan menggembalakan kambing pada daerah rawa, sungai dan sawah.

7. Keracunan Makanan

Penyebab kambing keracunan makanan antara lain:

  • Ternak kambing memakan rumput-rumputan atau daun-daunan yang mengandung zat racun.

Tanda-tanda kambing yang keracunan makanan

  • Mati mendadak, mulut berbusa, kebiruan pada selaput lendir, pengelupasan kulit/eksim atau terjadi pendarahan. mulut berbusa, kejang, kebiruan pada selaput lendir dan terkadang mati mendadak

Obat herbal untuk kambing yang keracunan makanan:

  1. Minyak kelapa 1 gelas diminumkan pada 1 ekor kambing dan beri minum air kelapa sebanyak -banyaknya atau sebisanya.
  2. Air kelapa dicampur dengan asam jawa dan garam dapur secukupnya duminumkan pada kambing yang keracunan.
  3. Berikan Norit yang di gerus dicampur air matang.
  4. Bila ternak keracunan insektisida, kambing diberi air minum santan kelapa hangat 1 gelas.
  5. Ternak jangan diberi hijauan beracun semacam, daun singkong dan daun dadap serep.

Pencegahan:

  • Tidak memberikan tanaman beracun atau menggembalakan kambing di daerah yang banyak tumbuh tanaman yang mengandung racun.

8. Belekan / Pink Eye

Kambing yang terserang belekan aktivitasnya akan terganggu, ini dikarenakan oleh trauma dampak tertusuk ujung rambut, debu dan duri. Mesikipun demikian penyakit ini bisa dikarenakan oleh bakteri, virus, Chlamidia dan Ricketsia.

Tanda kambing belekan:

Mata mengeluarkan air, tertutup dan berkedip-kedip. Mata membengkak, merah, kemudian keruh dan muncul borok pada selaput bening hinga mengalami kebutaan.

Pencegahan:

Kebersihan kandang dijaga/sanitasi, pisahkan ternak yang sakit. Pakan dipotong pendek supaya tak melukai mata. Memandikan kambing 1 bulan 2 kali pada waktu cuaca cerah.

Obat herbal untuk kambing yang belekan:

Mata kambing dicuci dengan air hangat. Semprot dengan teh dan garam yang dilarutkan dalam air hangat. Penyemprotan bisa dilakukan dengan mulut kita atau menggunakan alat penyemprot kecil seperti penyemprot pakaian kispray. Setelah disemprot berikan obat tetes mata atau salep mata manusia. Pengobatan ini dilakukan setiap hari hingga sembuh. Bisa juga mata yg sakit di teteskan OXYVET LA alias Erlamicetin

9. Mencret atau Diare

Mencret terjadi akibat adanya gangguan pada saluran pencernaan yang dikarenakan oleh bakteri, makanan rusak, dan lingkungan atau udara dingin.

Tanda-tanda kambing yang mencret atau diare:

Feses atau kotoran kambing berwarna hijau muda, hijau mengkilap, hijau kekuningan, hijau kemerahan atau hijau kehitaman. Ternak tampak lesu, lemah dan pucat.

Pencegahan:

  1. Hindari hijauan kacang-kacangan atau daun muda berlebihan.
  2. Jaga sanitasi kandang.

Obat herbal untuk pengobatan kambing yang mencret atau diare:

  1. Kambing yang sakit diberi larutan garam 10 gr dan gula pasir 10 gr dan air matang 2,5 liter.
  2. Kambing yang sakit diberi larutan oralit atau norit sebanyak 3 tablet.
  3. Air kelapa muda diminumkan secukupnya.
  4. Daun jambu biji 5 lembar dilumatkan bersama garam dapur dan diberikan pada kambing.
  5. Kambing banyak diberi hijauan daun jambu biji, daun bambu muda dan daun buni

10. Orf

Sering disebut juga dakangan atau Ecthyma Contagiosa, disebabkan oleh virus Parapoxvyrus yang bersifat zoonosis dan dapat menular ke manusia. Biasanya kambing terkena orf saat memakan rumput yang berbulu dan debu dari konsentrat. Gejala klinisnya adalah: luka disekitar mulut yang berupa keropeng hitam dan terdapat juga benjolan. Lama–lama bisa menyebar ke sela–sela kuku, akibatnya kambing menjadi kurus karena tidak selera makan.

Biasanya orf atau keropeng mulut ini bisa sembuh setelah 1 bulan, tapi dalam kasus tertentu juga bisa menimbulkan kematian jika terjadi infeksi sekunder. Pengobatannya adalah menggunakan Preparat Iodium dan suntikan antibiotik. Ada juga yang menggunakan pasta yang terbuat dari bahan tradisional seperti biji pinang, kapur sirih dan kunyit yang sudah dibersihkan terlebih dulu kemudian dihaluskan. Pemberian pasta tradisional tinggal dioleskan saja tanpa harus mengelupaskan keropeng pada mulut. Bisa juga diberi vaksinasi untuk pencegahan dan pengkarantinaan agar tidak terjadi penyebaran.

11. Antraks

Penyebab penyakit antraks adalah virus Bacillus Anthracis yang penularannya melalui kontak langsung, makanan, minuman dan pernafasan. Gejala klinisnya adalah: demam yang tinggi hingga tubuh gemetar, badan lemas, gangguan pernafasan, pembengkakakan kelenjar dada, bada penuh bisul, gangguan pencernaan, mengeluarkan darah dari telinga, mulut, dan anus. Belum ada obatnya, jadi pengendalian penyakit adalah dengan membakar ternak yang mati terserang Antraks.

12. Penyakit kuku dan mulut (PMK)

Biasanya disebabkan oleh Apthae Epizootica (AE) yang terdapat di air kencing, susu dan air liur. Gejala klinisnya: nafsu makan berkurang, demam, keluar air liur yang berlebihan, rongga mulut, lidah dan kaki melepuh serta terdapat benjolan berisi cairan bening. Kambing yang terjangkit dipisahkan dan diobati, jaga kebersihan kandang dan berikan vaksinasi.

13. Enterotoxemia

Disebabkan karena makan biji-bijian yang berlebihan hingga bakteri Clostridium Perfringens pada rumen menjadi lebih produktif dikarenakan tingkat keasamannya, sehingga menghasilkan racun yang malahan merugikan si kambing. Gejala klinisnya: kambing berkedut, demam hingga giginya bergemeretak dan perut bengkak. Penyakit ini bisa dicegah dengan vaksinasi tahunan terutama kambing yang menyusui dan jangan terlalu banyak pemberian biji-bijian dalam pakannya.

14. Kuku busuk

Penyebabnya adalah kandang yang basah dan kotor, sehingga kambing sering menginjak air yang akhirnya terjadi pembusukkan. Tanda-tandanya: celah kuku bengkak dan megeluarkan cairan putih keruh. Kulit kuku mengelupas, timbul benjolan yang menyakitkan hingga si kambing berjalan pincang dan bisa berakhir dengan kelumpuhan.

Cara mengobatinya: bersihkan dan potong kukunya, siramkan alkohol lalu perban kaki kambing dan hindarkan dari tempat kotor yang tergenang air.

15. Pneumonia

Umumnya disebabkan karena keadaan udara yang lembap, dingin dan kotor serta kambing yang tidak terpelihara dengan baik. Gejalanya: kambing sulit bernafas, nafsu makan hilang, sering batuk dan juga demam. Jagalah kandang agar tidak lembap, selalu bersih, tidak tergenang air, menutup kandang jika angin kencang dan lakukan karantina pada kambing sakit. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan preparat antibiotik.

16. Konstipasi/sembelit

Biasanya hanya dialami oleh anak kambing yang baru lahir, karena kotoran pertamanya berwarna hitam kental dan keras sehingga sulit keluar. Anak kambing yang terkena konstipasi selain susah buang kotoran, dia juga akan berguling-guling dan sering mengembik. Maka untuk melancarkan buang air besarnya bisa diberi 1 sendok makan minyak sayur.

Demikian informasi mengenai 16 penyakit umum yang sering menyerang kambing dan domba serta cara menanggulanginya, yang terpenting adalah selalu memperhatikan gerak-gerik kambing dan menjaga kebersihan kandang.

Bersambung ke: Perawatan dan Pembiakan Kambing

macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing,macam macam penyakit pada kambing

error: Content is protected !!